Home » , » KAUM MUDA YANG DILUPAKAN

KAUM MUDA YANG DILUPAKAN

Posted by Layang - Layang Hitam on Wednesday


 
"Aksi Serentak Beberapa OKP Menolak Lupa Kasus Pelanggaran HAM"


Dalam setiap aktivitas yang mendorong peristiwa perubahan kapan dan dimanapun kaum muda selalu menjadi faktor penentu bagi berlangsungnya proses perubahan itu sendiri. namun yang senantiasa terjadi, merekalah yang paling dulu ditinggalkan, dilupakan. atau menjadi pihak yang tidak perlu lagi didengarkan. sehingga jika kemudian ada yang dikenang,, maka tak lebih dari sekedar penghargaan alakadarnya bagi mereka yang menjadi korban. Tanpa bermaksud untuk memprovokasi dengan sejumlah gugatan, kita masih bisa mencatatnya dengan baik. dihampir seluruh peristiwa perubahan, bermula dari upaya yang digelorakan kaum muda. mereka berdiskusi, mereka mengkritisi situasi, mereka meneruskan agenda aksi, mereka mengorganisir gagasan dan cita-cita perubahan dengan berbagai demonstrasi. parlemen diduduki. kebobrokan kekuasan mereka bongkar dan berlembar-lembar tuntutan menjadi alat tawar menawar kekuasan. lalu? 

 Disamping ratusan korban berjatuhan akibat upaya kekuasan melalui jalan kekerasan, mengembanglah kesadaran politik dikalangan masyarakat, tumbuhlah solidaritas, terjalinlah kebersamaan untuk berjuang. lalu berhitunglah setiap kekuasan untuk memilh jalan tumbang paling aman. dan disituasi inilah, gerakan perubahan yang sebelumnya kental dengan format moral dan kultural, menjadi arena kepentingan dan kompromi-kompromi politik. dan dititik inilah, sebuah proses perubahan kemudian menuntut hadirnya aktor-aktor lain yantg mempunyai ketrampilan memainkan logika-logika politik, dan yang jelas aktor itu bukan dari kalangan kaum muda. Maka bagi kaum muda dimanapun, kesiapan untuk dilupakan menjadi prasyarat utama pada saat memasuki arah perubahan. pada saat kesadaaran dan kebangkitan politik rakyat sedang digelorakan, mereka menjadi buronan. 

Pada saat gerakan perubahan mendapat ancaman kekerasan kekuasan, mereka menjadi korban paling depan. pada saat perubahn berlangsung dan formasi kekuasan dikukuhkan, mereka berada diluar untuk terus dilupakan. Maka seperti juga pernah diungkapkan oleh salah satu tokoh dalam sebuah roman pulau buru karya Pramudya Ananta Toer, bahwa hakekat pejuang bagi burung kedasih yang kesepian dan terus menyeru dan terus-memanggil-manggil dari ketinggian. bagai burung kedasih yang tak bersambut, seperti itulah pewarta kebenaran. Untuk itu tidak ada yang perlu digugat dan dipersoalkan, 

Meskipun darah belum begitu kering disemanggi dan dibeberapa kota simpul gerakan reformasi. meskipun teriakan tuntutan perubahan masih terngiang di udara hampa. meskipun teror, intimidasi, penculikan, tindak-kekerasan, luka-lukanya masih terasa nyeri dan tak tersembuhkan. meskipun sejumlah nyawa yang melayang tak pernah jelas cerita ujung dan pangkalnya. meskipun berbagai macam meskipun bisa kita jajar dan kita persoalkan, biarlah semua menjadi bagian pilihan sejarah yang telah dengan sadar menjadi sikap moral kaum muda, komitmen politik dan keteguhan kita untuk terus berjuang, meski harus terlupakan, kesepian memanggil-manggil diketinggian. Sehingga ditengah kontruksi negara yang terus berbenah-benah (juga bagi-bagi kekuasan ini), ditengah gelora refomasi yang disana-sini berpotensi untuk menjadi salah arah dan seterusnya dan sebagainya, menghadang agenda mendasar yang penting untuk terus dikedapankan. Dulu, pada saat orde baru berkuasa, sejumlah persoalan menjadi pemicu bergeloranya gerak perubahan. ada korupsi, ada KKN, ada kekerasan tentara, ada pengendalian, ada pemasungan, pemangkasan hingga pemenjaraan aktivitas politik. ada buruh murah, ada penggusuran hak rakyat, ada penahanan semena-mena, ada hukum kekuasan, ada kekuasan berjalan tanpa kontrol dan pengawasan. ada kerusahan, ada pembantaian, ada pelarangan dan penculikan. ada dan ada pokoknya ada Deh! 

 Pertanyan kita kemudian, jika dijaman orde baru masalah-masalah tersebut mampu merumuskan (dan terumuskan) menjadi musuh bersama kaum muda, apakah kesemuanya kini hilang dari pemerintahan baru kita, jika sudah, ya alhamdulilah ! jika belum ya alhamdulillah ! Karena kaum muda telah cukup tertanam kesadaran dalam dirinya, bahwa sebagai faktor perubahan hanya dua pilihan, menjadi korban atau terus berjuang untuk kemudian dilupakan. Lantas Anda berada di Mana ……..?

Thanks for reading & sharing Layang - Layang Hitam

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Pencarian

Translate

TERPOPULER