Aku putuskan untuk tak lagi bertanya pada diri, pada ayah bunda, atau siapa pun
hinggap pada kata-kata yang tak pernah sanggup kususun
juga untukmu, adik kecil.
Belum lama kudengar berita pilu yang membuat tangis seakan tak berarti.
saat para bayi yang tinggal belulang mati dikerumuni lalat karena busung lapar.
aku bertanya pada diri sendiri benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu kulihat di televisi ada anak-anak kecil memilih bunuh diri hanya karena tak bisa bayar uang sekolah, karena tak mampu membeli mie instan, juga tak ada biaya rekreasi.
Beliung pun menyerbu dari berbagai penjuru, menancapi hati, mengiris sendi-sendi diri, sampai aku hampir tak sanggup berdiri.
sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu kudengar episodemu adik kecil, Pada suatu hari yang terik nadimu semakin lemah tapi tak ada uang untuk ke dokter atau membeli obat sebab ayahmu hanya pemulung, kau pun tak tertolong.
Ayah dan abangmu berjalan berkilo-kilo tak makan, tak minum sebab uang tinggal enam ribu saja.
mereka tuju stasiun sambil mendorong gerobak kumuh, kau tergolek di dalamnya, berselimut sarung rombengan.
pias terpejam kaku,Airmata bercucuran, peluh terus bersimbahan.
Ayah dan abangmu akan mencari kuburan tapi tak akan ada kafan untukmu
tak akan ada kendaraan pengangkut jenazah, hanya matahari mengikuti
memanggang luka yang semakin perih tanpa seorang pun peduli...
aku pun bertanya sambil berteriak pada diri, benarkah ini terjadi di negeri kami?
Tolong bangunkan aku, adinda...
biar kulihat senyummu, katakan ini hanya mimpi buruk.
ini tak pernah terjadi di sini sebab ini negeri kaya, negeri karya.
Ini negeri melimpah, gemerlap. Ini negeri cinta...
Ah, tapi seperti duka aku pun sedang terjaga, sambil menyesali mengapa kita tak berjumpa, Adinda...
dan kau taruh sakit dan dukamu pada pundak ini, Di angkasa layang-layang hitam semakin membayangi, kulihat para koruptor menarik ulur benangnya
sambil bercerita tentang rencana naik haji mereka
untuk ketujuh kalinya, Aku putuskan untuk tak lagi bertanya pada diri, pada ayah bunda, atau siapa pun.
sementara airmata menggenangi hati dan mimpi. aku memang sedang berada di negeriku yang semakin pucat dan menggigil...
Thanks for reading & sharing Layang - Layang Hitam



0 komentar:
Post a Comment